4 Jam tentang Rahasia Emosi di Balik Film: Workshop Filmmaking 101 bersama Barumun Nanda di Future Film Maker 2026
“Kenapa sebuah film bisa membuat penontonnya ikut merasakan sedih, tegang, bahkan jatuh cinta?” Lewat workshop Filmmaking 101 di Future Film Maker 2026, Barumun Nanda membongkar bagaimana emosi dalam film ternyata dibangun dari detail-detail produksi seperti penulisan cerita, pengambilan gambar, hingga color grading yang menentukan suasana setiap adegan.
Pernahkah kamu merasa ikut larut dalam emosi saat menonton sebuah film? Mulai dari merasa sedih karena adegan perpisahan, tegang saat konflik memuncak, hingga tanpa sadar menebak nuansa akhir cerita hanya melalui tone warna yang ditampilkan. Film memang tidak hanya menjadi sebuah tontonan, tetapi juga mampu membangun suasana dan memengaruhi emosi penontonnya. Menariknya, seluruh pengalaman tersebut ternyata terbentuk melalui proses panjang di balik layar.
Mulai dari penyusunan naskah, pembagian tim produksi, pengambilan gambar, hingga proses editing dan color grading, semuanya memiliki peran penting dalam membangun emosi sebuah karya. Warna visual yang hangat dapat memberikan kesan nyaman dan romantis, sementara tone yang lebih gelap mampu menciptakan suasana misterius dan menegangkan. Tidak heran jika proses produksi film menjadi salah satu tahap penting dalam menentukan bagaimana sebuah cerita dapat tersampaikan secara utuh kepada penonton.
Melihat pentingnya pemahaman mengenai proses tersebut, Reel Edu Park menghadirkan workshop produksi film dalam rangkaian Future Film Maker 2026 bersama sutradara film pendek, Barumun Nanda. Workshop ini berlangsung dalam dua sesi berbeda, yaitu sesi online pada 11 April 2026 dan sesi offline pada 2 Mei 2026 di Universitas Bakrie.
Pada sesi online, peserta diajak memahami sejarah dan perkembangan film dari masa ke masa, sekaligus mengenal bagaimana industri film terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan gaya penceritaan. Selain itu, peserta juga mempelajari struktur tim produksi dalam sebuah film serta tahapan produksi yang meliputi pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi. Salah satu pembahasan yang menarik adalah bagaimana proses color grading dapat disesuaikan dengan emosi dalam naskah agar suasana film terasa lebih kuat dan relevan dengan alur cerita yang dibangun.
Sementara itu, sesi offline memberikan pengalaman belajar yang lebih praktikal. Mayoritas peserta yang berasal dari kelas jurnalistik berkesempatan melihat langsung studio produksi serta berbagai peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan karya audio visual. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mengenal proses teknis yang mendukung terciptanya sebuah film.
Workshop ini menjadi pengalaman menarik karena peserta dapat mempelajari secara langsung bagaimana sebuah karya dibangun dari berbagai aspek produksi. Tidak hanya memahami proses kreatif, peserta juga diajak melihat bahwa setiap detail dalam film memiliki peran penting dalam membangun pengalaman emosional bagi penonton.
Sebagai penutup, Barumun Nanda juga menjadi sutradara film pendek Suara Dara, sebuah kolaborasi antara Reel Edu Park dengan Femina serta GADIS Sampul yang menjadi bagian dari rangkaian program Future Film Maker 2026.
Ammara Meena
Penulis dan kontributor di Reel Edupark. Passionate tentang film, sinematografi, dan storytelling.