The Menu: Ketika Makanan Menjadi Simbol Kekuasaan
Lewat hidangan-hidangan eksklusif yang penuh makna tersembunyi, The Menu memperlihatkan sisi gelap hubungan manusia dengan makanan dan kelas sosial.
Kategori
Lewat hidangan-hidangan eksklusif yang penuh makna tersembunyi, The Menu memperlihatkan sisi gelap hubungan manusia dengan makanan dan kelas sosial.
Di balik gemerlap Crazy Rich Asians, ada satu hal yang diam-diam mencuri perhatian: makanan. Dari street food yang penuh rasa hingga hidangan mewah yang elegan, setiap sajian seolah mengajak penonton mencicipi Singapura langsung dari layar.
Keseruan menonton drama Korea seringkali ikut merasakan romansa dari pasangan tokoh utama. Selain itu, hal menarik lain yang sering membuat gagal fokus adalah kuliner yang ditampilkan dalam beberapa scene. Salah satunya datang dari drama Korea Boys Over Flowers yang memperlihatkan kelezatan hidangan eomuk.
Ram-don atau yang dikenal sebagai jjapaguri adalah hidangan mi instan asal Korea Selatan yang mencuri perhatian dunia lewat film pemenang Oscar, Parasite.
Dirilis pada tahun 2015, “Filosofi Kopi” adalah film yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dan diadaptasi dari cerita pendek karya Dewi Lestari. Film ini mengikuti perjalanan Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto), dua sahabat yang mengelola sebuah kedai kopi dengan idealisme tinggi. Kedai mereka bukan hanya tempat menjual kopi, tetapi juga memiliki filosofi mendalam tentang kehidupan. Berkat popularitas film ini, kedai kopi dalam cerita kemudian diwujudkan dalam dunia nyata dan menjadi destinasi favorit pecinta kopi.
Budaya lokal memang sudah sepatutnya diapresiasi lebih dalam lagi, salah satunya melalui Industri perfilman Indonesia. Mengangkat tema tentang budaya Batak, film “Ngeri Ngeri Sedap” menceritakan tentang cara hidup keluarga dari suku Batak yang sangat kompleks. Diperankan oleh Arswendy Bening Swara sebagai Pak Domu, Tika Panggabean sebagai Mak Domu, Boris Bokir sebagai Domu, Gita Bhebhita Butar-butar sebagai Sarma, dan Lolox sebagai Gabe, film ini menceritakan tentang permasalahan keluarga yang bermula dari ketiga anak Pak Domu dan Bu Domu yang pulang dari perantauan karena mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya akan bercerai.
Ragam kuliner lezat khas India menjadi latar belakang Sameer Sharma dalam debutnya menjadi sutradara. Film pertamanya berjudul Luv Shuv Tey Chicken Khurana menjadi film Bollywood pertama yang memiliki unsur kuliner, ciri khas dari Sameer sebagai sutradara. Memiliki latar belakang keluarga dan budaya dari Punjab, film tersebut menyajikan petualangan rasa dari kuliner otentik khas Punjab, India.