Liburan di Sumba: Keindahan Alam yang Tiada Habisnya
Lewat Susah Sinyal, penonton tidak hanya diajak mengikuti kisah hangat hubungan ibu dan anak, tetapi juga menikmati keindahan alam Sumba yang memanjakan mata.
Kategori
Lewat Susah Sinyal, penonton tidak hanya diajak mengikuti kisah hangat hubungan ibu dan anak, tetapi juga menikmati keindahan alam Sumba yang memanjakan mata.
La la land merupakan film komedi musikal romansa yang dirilis pada tahun 2016. Film ini mengisahkan asmara antara Mia (Emma Stone) dan Sebastian (Ryan Gosling) di kota LA dengan keindahannya. Melalui sinematografi, film ini tidak hanya sebatas tentang hubungan romantis saja, tetapi juga didukung dengan aspek visual dari latar tempat yang indah dan tak terlupakan. Beberapa spot lokasinya kini jadi tempat yang ikonik untuk mengenang kembali kisah La La Land. Berikut Ini yang wajib dikunjungi!
Film A Perfect Fit menjadi karya film original Netflix Indonesia pertama yang diproduksi bersama dengan Starvision. Film ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, bekerja sama dengan Garin Nugroho sebagai penulis naskahnya, mengisahkan tentang romansa cinta segitiga yang dipengaruhi oleh tradisi dan budaya Bali.
Film Ngeri Ngeri Sedap, yang dirilis pada tahun 2022, merupakan film bergenre drama yang berhasil menarik perhatian banyak penonton. Salah satu daya tarik utama dari film ini adalah penggunaan lokasi syuting yang sekaligus menjadi destinasi wisata dengan pemandangan yang luar biasa indah. Setelah film ini tayang, lokasi-lokasi yang digunakan untuk syuting langsung menjadi viral dan ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menikmati keindahan alam yang ditawarkan tempat-tempat tersebut.
Genre film horor di Indonesia cukup merajai pasar industri sinema selama bertahun-tahun. Ketertarikan masyarakat terhadap cerita mistis, selalu diwujudkan dengan kehadiran film horor di bioskop dan platform digital setiap tahunnya. Dengan latar cerita yang beragam, film horor selalu memiliki daya tariknya tersendiri.
Film “Lasjkar di Tapal Batas” yang dirilis pada tahun 2016 mengangkat kisah perjuangan pemuda Indonesia di perbatasan Kalimantan selama masa penjajahan Belanda. Disutradarai oleh Bayu Prayogo dan diproduksi oleh Bidar Batavia Group serta IVU Films, film ini menawarkan perspektif mendalam tentang konflik perbatasan Indonesia-Malaysia melalui lensa sejarah dan sinematografi yang kuat.
“Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak” (2017) bukan hanya menampilkan kisah seorang perempuan yang melawan ketidakadilan, tetapi juga menjadikan lanskap Sumba sebagai elemen penting dalam membangun suasana dan makna film. Disutradarai oleh Mouly Surya, film ini memanfaatkan keindahan alam Sumba dengan padang savana luas, perbukitan tandus, dan desa adat yang khas untuk memperkuat nuansa keterasingan, patriarki, dan perjuangan perempuan.