Culture On Screen
04 Jul 2026
Ammara Meena

Siap-siap Terpikat oleh Bollywood, Mengulik Tradisi Musik dan Tarian yang Bikin Ikut Berdendang

Lebih dari sekadar tontonan, Bollywood adalah perayaan emosi, di mana setiap koreografi dan melodi menjadi bahasa universal untuk merayakan cinta, duka, dan kebahagiaan.

Siap-siap Terpikat oleh Bollywood, Mengulik Tradisi Musik dan Tarian yang Bikin Ikut Berdendang

Siapa yang tidak kenal Bollywood? Industri film asal India ini sudah lama menjadi magnet global lewat kisah cinta yang hangat, kostum penuh warna, serta lagu dan tarian yang ikonik.


Bagi generasi 90-an hingga awal 2000-an, film seperti Kuch Kuch Hota Hai, Kabhi Khushi Kabhie Gham, dan Mohabbatein bukan sekadar tontonan, tetapi juga memori. Cerita yang emosional, visual yang kuat, dan lagu yang mudah melekat membuat Bollywood punya tempat tersendiri sampai sekarang.


Lalu, mengapa film Bollywood hampir selalu ada nyanyi dan tarian?


Jawabannya ada pada sejarah panjangnya. Film bersuara pertama India, Alam Ara (1931), langsung menjadikan musik sebagai bagian penting dari storytelling. Berbeda dengan Hollywood yang memisahkan genre musikal, Bollywood justru menjadikan musik sebagai bahasa emosi di hampir semua genre film.


Akar budaya ini juga berasal dari seni pertunjukan tradisional India seperti classical dance dan theatre, yang memang menggabungkan cerita, musik, dan gerakan dalam satu panggung. Karena itu, lagu dalam film Bollywood bukan sekadar hiburan, tetapi cara untuk menyampaikan emosi cinta, sedih, dan bahagia secara lebih ekspresif.


Di balik layar, ada peran penting koreografer dan penyanyi playback. Koreografer menciptakan gerakan tari yang menjadi identitas sebuah lagu, sementara penyanyi playback adalah suara yang kita dengar ketika aktor di layar bernyanyi. Jadi, suara yang terdengar bukan selalu milik aktor.


Nama-nama besar pun ikut membentuk identitas musik Bollywood. Udit Narayan menjadi suara ikonik era Shah Rukh Khan lewat lagu-lagu seperti Bole Chudiyan. Sonu Nigam dikenal lewat lagu emosional seperti Kal Ho Naa Ho. Shreya Ghoshal menghadirkan vokal lembut dan powerful dalam Deewani Mastani. Sementara Arijit Singh menjadi ikon modern lewat Tum Hi Ho dan Channa Mereya, lagu yang sering disebut emotional damage soundtrack.


Kalau kamu mau mulai jatuh hati pada Bollywood, lima lagu ini wajib kamu tonton:


1. Bole Chudiyan – Kabhi Khushi Kabhie Gham (2001)



Kerincingan gelang Kareena Kapoor langsung jadi highlight, berpadu dengan dance movement yang playful dan penuh ritme. Hrithik Roshan tampil dengan karisma seperti pangeran India. Vibes-nya seperti pesta keluarga yang super meriah, penuh warna, dan bikin kamu ingin ikut berdendang.


2. Deewani Mastani – Bajirao Mastani (2015)



Kamu seperti masuk ke istana megah dengan puluhan penari yang bergerak anggun dengan gaun flowy yang mekar seperti bunga di setiap frame. Musik dengan sitar, flute, dan tabla menciptakan suasana dreamy, seperti masuk ke dunia kerajaan yang indah.


3. Ghar More Pardesiya – Kalank (2019)



Suara Shreya Ghoshal langsung mencuri perhatian sejak awal, bersama dengan visual Alia Bhatt dan Madhuri Dixit yang elegan. Lagu ini dilengkapi dengan koreografi yang detail dan penuh keanggunan, seperti pertunjukan klasik yang sangat memanjakan mata. Suasananya bright, lovely, dan magical.


4. Aankhein Khuli – Mohabbatein (2000)



Bayangkan suasana prom graduation, semua orang bernyanyi dan menari tanpa rasa canggung. Energinya hangat, ringan, dan penuh kebersamaan, simple but memorable. Cocok untuk mengawali hari.


5. Nagada Sang Dhol – Ram-Leela (2013)



Beat-nya langsung dominan dan intens. Tarian Deepika Padukone terasa ekspresif, penuh energi, dan mencuri perhatian di setiap gerakan. Ini tipe lagu yang bikin kamu sulit diam karena ritmenya mengajak kamu ikut berdendang.


Pada akhirnya, Bollywood bukan hanya film, tetapi pengalaman visual dan musikal yang menyatu menjadi satu cerita besar. Dan begitu kamu masuk ke dalamnya, sulit untuk hanya berhenti di satu lagu saja.

A

Ammara Meena

Penulis dan kontributor di Reel Edupark. Passionate tentang film, sinematografi, dan storytelling.

Artikel Terkait

Chihayafuru: Cinta, Persahabatan, dan Ambisi di Atas Kartu Karuta
Culture On Screen
22 Jun 2026

Chihayafuru: Cinta, Persahabatan, dan Ambisi di Atas Kartu Karuta

Chihayafuru adalah serial yang ditulis dan diilustrasikan oleh Yuki Suetsugu. Seri ini sukses memikat hati penonton lewat ketegangan sebuah permainan kartu tradisional Jepang bernama Karuta. Kisah utamanya mengikuti perjalanan tiga karakter utama sejak masa kecil hingga bangku SMA yang terikat dalam semangat kompetisi dan cinta segitiga.

Tampil Ala Dilan? Ini Tips Gaya Fashion Anak Motor Era 90-an!
Culture On Screen
16 Feb 2026

Tampil Ala Dilan? Ini Tips Gaya Fashion Anak Motor Era 90-an!

Gaya anak motor era 90-an memang punya ketertarikan tersendiri yang tak lekang oleh waktu. Kesan vintage seperti style ala Grunge 90-an dengan kemeja flanel, jeans robek, sepatu boots, dan pakaian oversized menjadi trend muda mudi kala itu. Seperti geng Dilan yang eksis di era 90-an awal, bergaya dengan memadukan beberapa item seperti jaket dan celana jeans, jaket kulit, dan sepatu boots atau sneakers klasik yang ikonik. Gaya bebas dan petualang ala Dilan menjadi ciri khas anak motor era 90-an. Jika tertarik dengan gaya klasik ini, berikut item recommendations untuk Kamu yang tertarik gaya klasiknya!