City On Screen
30 Aug 2026
Nazla Monri

Menelusuri Jejak Lokasi Ikonik Kyoto di Detective Conan Episode 927 dan 928

Detective Conan episode 927 dan 928 dengan judul The Scarlet School Trip (Kurenai no Shūgaku Ryokō), menjadi salah satu arc paling berkesan dalam sejarah anime ini. Selain menjadi moment resmi berseminya hubungan asmara antara Shinichi Kudo dan Ran Mouri, episode ini memanjakan mata penonton lewat penggambaran lanskap kota Kyoto yang sangat memikat. Bagi para penggemar yang ingin melakukan wisata, berikut lima lokasi nyata di Kyoto yang menjadi latar penting dalam petualangan Shinichi memecahkan misteri berdarah monster Tengu sekaligus memperjuangkan cintanya.

Menelusuri Jejak Lokasi Ikonik Kyoto di Detective Conan Episode 927 dan 928

1. Kuil Kiyomizu-dera: Momen intim dua sejoli yang bersejarah


(Sumber: https://www.jeepe.jp/id/articles/kiyomizu-dera-temple-guide-1023)


Kuil Buddha kuno warisan dunia UNESCO di lereng Gunung Otowa ini menjadi lokasi berkumpulnya para murid SMA Teitan untuk berfoto. Panggung kayunya yang megah (Kiyomizu Stage) berdiri kokoh tanpa paku, menyuguhkan panorama menawan berhiaskan rimbunnya dedaunan musim gugur. Di pelataran beranda kayu inilah adegan paling dinantikan penggemar terjadi: Ran Mouri menarik dasi Shinichi Kudo dan mendaratkan ciuman manis di pipinya sebagai balasan atas pengakuan cinta Shinichi di Big Ben London.


2. Sannenzaka & Ninenzaka: Lorong Klasik Berburu Suvenir


(Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Ninenzaka)


Selepas dari Kiyomizu-dera, Shinichi bersama Ran, Sonoko, dan Masumi Sera menyusuri jalan setapak berbatu di kawasan Sannenzaka dan Ninenzaka. Kawasan cagar budaya ini diapit oleh deretan rumah kayu tradisional era Edo yang difungsikan sebagai toko suvenir dan kedai teh. Di sini, para karakter menikmati suasana santai sembari mencicipi aneka kuliner khas, termasuk kue tradisional Yatsuhashi beraroma kayu manis, di tengah riuhnya wisatawan yang mengenakan kimono.


3. Distrik Pontocho: Pesona Hanamachi Bersejarah di Tepi Sungai Kamo


(Sumber: https://www.fun-japan.jp/id/articles/8686)


Saat malam tiba, latar penyelidikan berpindah ke Pontocho, salah satu distrik geisha (hanamachi) paling bersejarah yang membentang 500 meter sejajar dengan Sungai Kamo di antara jalan Shijo-dori dan Sanjo-dori. Dikenal sebagai tempat lahirnya seni teater tradisional Kabuki, area ini dipenuhi bangunan kayu klasik, rumah teh (ochaya), dan lampion temaram. Di anime, gang tempat tinggal para Geiko dan Maiko ini menjadi lokasi pertemuan makan malam antara Shinichi dan kru film kenalan ibunya di tengah bayang-bayang kasus pembunuhan.


4. Kuil Yōgen-in: Jejak Langit-Langit Berdarah (Chitenjō)


(Sumber: https://www.japan-experience.com/all-about-japan/kyoto/temples-shrines/yogen-in)


Trik pembunuhan bermotif jejak kaki berdarah di langit-langit terinspirasi langsung dari sejarah nyata Kuil Yōgen-in di Higashiyama, Kyoto. Kuil yang didirikan pada tahun 1594 oleh Yodo-dono dan dipugar pada 1621 oleh Oeyo ini terkenal memiliki langit-langit berdarah (Chitenjō). Papan kayu tersebut aslinya merupakan lantai lorong Kastil Fushimi yang berlumuran darah samurai pimpinan Torii Mototada saat pertempuran tahun 1600. Demi memuliakan para prajurit agar darah mereka tidak terus terinjak, papan dipindahkan ke langit-langit kuil sebagai bentuk doa penenang arwah—sebuah fakta sejarah kelam yang dirajut cerdas oleh Gosho Aoyama menjadi teka-teki ruang tertutup.


5. Kawasan Gunung Kurama: Rumah Legenda Monster Tengu


(Sumber: https://www.jeepe.jp/id/articles/kyoto-kurama-mountain-access-and-attractions-1002)


Meski investigasi berpusat di pusat kota, atmosfer mitologi kasus berakar kuat dari legenda Gunung Kurama di utara Kyoto. Kawasan Kuil Kurama-dera dipercaya sebagai kediaman raja makhluk mistis Tengu, Sojobo. Topeng kayu berhidung panjang dan sayap gagak hitam yang digunakan oleh pelaku kejahatan merefleksikan kuatnya pengaruh cerita rakyat Kurama dalam tradisi spiritual Kyoto, menghadirkan nuansa mencekam di tengah lebatnya hutan pinus berkabut.


Menyusuri Kyoto lewat kacamata Detective Conan episode 927–928 memberikan tontonan visual setting lokasi pengambilan gambar yang memikat. Penonton tidak hanya diajak merayakan manisnya romansa masa muda yang bersemi di pelataran kuil kuno, tetapi juga diajak menyelami lorong sejarah serta mitologi lokal Kyoto yang menyimpan pesona misteri abadi.


N

Nazla Monri

Penulis dan kontributor di Reel Edupark. Passionate tentang film, sinematografi, dan storytelling.

Artikel Terkait