Kategori

Screen Spotlight

Beranda / Screen Spotlight
// Sorotan Utama
Jakarta Film Week 2026 Kembali dengan Tema “Encounter”
Screen Spotlight
19 Sep 2026

Jakarta Film Week 2026 Kembali dengan Tema “Encounter”

Ketika industri perfilman dan bioskop tanah air sempat goyah akibat dampak pandemi global, lahirlah sebuah inisiatif penting dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jakarta Film Week (JFW) resmi digulirkan sebagai langkah nyata untuk memicu kembali kebangkitan ekosistem kreatif nasional.

Interstellar Hadir Lagi! Saatnya Menjelajahi Ruang dan Waktu Sekali Lagi
Screen Spotlight
16 Feb 2026

Interstellar Hadir Lagi! Saatnya Menjelajahi Ruang dan Waktu Sekali Lagi

Interstellar dirilis pertama kali pada tahun 2014 dan menjadi film yang menarik perhatian pecinta fiksi ilmiah, serta salah satu yang terbaik dalam jenisnya. Interstellar yang disutradarai oleh Christopher Nolan, tidak hanya menawarkan petualangan luar angkasa yang menakjubkan dengan efek visual yang menakjubkan, tetapi juga menawarkan kisah yang mendalam dan pertimbangan ilmiah yang menantang akal. Film ini menggabungkan elemen drama keluarga, eksplorasi ruang angkasa, dan gagasan astrofisika yang kompleks dengan cara yang begitu memikat sehingga masih menjadi subjek perdebatan hingga hari ini.

Evolusi Aksen Renda Pada Kebaya Indonesia
Culture On Screen
16 Feb 2026

Evolusi Aksen Renda Pada Kebaya Indonesia

Jika menonton film yang berlatar tentang sejarah Indonesia, khususnya berlokasi di tanah Jawa, tentunya sudah tidak asing dengan tokoh wanita yang menggunakan kebaya sebagai busana sehari-hari. Dua contoh film tanah air yang memperlihatkan penggunaan kebaya seperti film Kartini (2017) dan Bumi Manusia (2019), menjadi elemen penting sebagai bentuk representasi budaya, terutama di era kolonialisme.

Dibalik Proyek Mangkrak yang Jadi Icon Film Pengabdi Setan 2
Screen Spotlight
16 Feb 2026

Dibalik Proyek Mangkrak yang Jadi Icon Film Pengabdi Setan 2

Film horor Indonesia Pengabdi Setan 2: Communion yang disutradarai oleh Joko Anwar mengambil lokasi syuting utama di sebuah rumah susun (rusun) yang telah lama terbengkalai. Rusun tersebut terletak di kawasan Bintara Jaya, perbatasan antara Jakarta Timur dan Bekasi. Berhasil menjadi elemen dan karakter kuat dalam menambah ketegangan cerita film. Kondisi rusun yang terlihat mencekam dari koridor panjang dan pencahayaan remang, menambah kesan lembab dan dingin dari bangunan yang sudah usang itu.

Cinta di Dear Nathan: Romantis atau Toxic?
Culture On Screen
16 Feb 2026

Cinta di Dear Nathan: Romantis atau Toxic?

“Dear Nathan” (2017), film yang disutradarai Indra Gunawan, merupakan adaptasi novel best-seller karya Erisca Febriani. Film ini mengisahkan cinta Nathan (Jefri Nichol) dan Salma (Amanda Rawles). Nathan adalah siswa bermasalah yang sering berkelahi, sementara Salma cerdas dan berprestasi. Pertemuan mereka di sekolah berawal dari insiden kecil yang berkembang menjadi hubungan penuh dinamika. Dengan nuansa romansa remaja yang intens, “Dear Nathan” berhasil menarik perhatian penonton Indonesia. Namun, di balik kisah cintanya yang emosional, muncul pertanyaan: apakah hubungan mereka romantis atau toxic?

In Collaboration

Partner 1
Partner 2
Partner 3
Partner 4
Partner 5
Partner 6
Partner 7
Partner 8
Partner 1
Partner 2
Partner 3
Partner 4
Partner 5
Partner 6
Partner 7
Partner 8